WAKTUNYA MENDAUR KEMALASAN
Curahan hati Yuliana A. Balok
sebagai Ketua asrma putri D’Numb
![]() |
| ENJOY YOUR LIFE |
Senja kian datang menghampiri
diri dalam sonata matahari terbenam. Waktu terus berputar dalam lingkaran angka
1-12. Kembali aku termenung tentang diriku sebagai anak asrama putri D’Numb. Instrospeksi
diri jalan terbaik bagiku untuk melihat kekurangan di dalam diriku sebagai anak
asrama. Saat pikiran berkecamuk aku merenungkan kemalasan yang menyelimuti diriku.
Aku teringat kembali petuah yang dikatakan oleh pembina asrama yakni melawan
diri sendiri. Petuah bijak yang diungkapkan ini memampukan aku untuk kembali bercermin
dengan diri sendiri. Sebagaimana tersurat dalam kata-kata arahan trik melawan
diri sendiri yakni dengan cara banyak berbuat baik. Karena musush terberat
setiap orang adalah diri sendiri.
Curahan hati dalam kertas kosong
ini sebagai moment untuk aku melihat setapak jalan kehidupanku. Hidup berasrama
merupakan suatu keharusan bagi diriku yang bersekolah jauh dari kedua orang
tua. Aku bersekolah di SMA Negeri Harakae dan aku memilih tinggal di asrama
Putri D’Numb. Dalam kisah ini aku lebih fokuskan diri pada kehidupan
berasramaku. Asrama yang kutempati ini adalah sebuah asrama baru dengan aturan
yang sangat baik untuk membentuk mental pribadi menjadi manusia yang matang dan
dewasa dalam berbagai aspek kehidupan. Namun sebagai anak asrama kadang aku
membangkang dengan aturan yang ada. Melihat polemik ini pembina asrama
mengarahkan kami untuk keluar dari tindakan pembangkangan ini.
Perlu disadari bahwa kami
sebagai anak asrama sering kali melakukan kesalahan dengan cara lalai terhadap
aturan harian dan tidak bertanggung jawab dengan tugaa kami sebagai anak
asrama. Adapun tindakan praktis kesalahan yang kami lakukan yakni terlambat
bangun pagi, tidak mengikuti rutinitas doa pagi dan malam, tidak serius dalam
belajar dan tidak membersihkan lingkungan. Adapun faktor utama yang membuat
kami seperti ini yakni karang keseringan asyik menggunakan HP untuk terjun ke
dunia faccebook.
Dunia maya kami nikmati namun
dunia nyata kami tidak sadari yakni kehidupan kami sebagai anak-anak asrama. Facebook
yang merupakan bagian dari dunia maya mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang
dekat. Begitulah polemik baik buruknya facebook. Pikiranku menjelajah astmosfir
curahan hatiku. Di sana aku menemukan bahwa ketika aku jauh, serasa aku dekat
denganmu. Namun ada kalanya ketika aku dekat
namun aku seolah-olah terlempar jauh darimu. Bukanlah sebuah fatamorgana
apabila facebook dideretkan dalam jajaran media pemenuhan kebutuhan hidup yang
cukup central bagi manusia zaman ini. Facebook ada dan dimiliki setiap manusia
tanpa kenal umur. Tak ketinggalan aku juga sebagai seorang pelajar sering
menikati dunia facebook. Keadaan ini memungkinkan kami lupa akan waktu yang ada
di dalam aturan rutinitas harian kami. Handphone membuat kami lupa untuk
melihat waktu dan juga membuat kami malas dengan rutinitas kami.
Kemalasan adalah faktor yang
sangat kuat dan seringkali membuat kami’molor” akan waktu. Aku menyadari bahwa
kemalasan membuat orang jatuh ke ambang kehancuran. Maka aku tersadarkan untuk
melawan rasa kemalalasan itu setelah mendengar petuah bijak yang disampaikan
oleh pemilik asrama yakni bangkit untuk berbuat baik demi kehidupanku bukan
untuk dikagumi orang lain melainkan demi masa depanku. Disiplin diri itu
penting karena disiplin diri memampukan aku untuk maksimal dalam menggunakan
waktu yang ada dengan kebahagiaan hidupku. Bagiku disiplin diri adalah kunci
keberhasilan dan menjadi patokan bagi masa depan yang kuidamkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar