Rabu, 18 Januari 2017

curahan hati hidup asrama



WAKTUNYA MENDAUR KEMALASAN
Curahan hati Yuliana A. Balok sebagai Ketua asrma putri D’Numb
ENJOY YOUR LIFE



Senja kian datang menghampiri diri dalam sonata matahari terbenam. Waktu terus berputar dalam lingkaran angka 1-12. Kembali aku termenung tentang diriku sebagai anak asrama putri D’Numb. Instrospeksi diri jalan terbaik bagiku untuk melihat kekurangan di dalam diriku sebagai anak asrama. Saat pikiran berkecamuk aku merenungkan kemalasan yang menyelimuti diriku. Aku teringat kembali petuah yang dikatakan oleh pembina asrama yakni melawan diri sendiri. Petuah bijak yang diungkapkan ini memampukan aku untuk kembali bercermin dengan diri sendiri. Sebagaimana tersurat dalam kata-kata arahan trik melawan diri sendiri yakni dengan cara banyak berbuat baik. Karena musush terberat setiap orang adalah diri sendiri.

Curahan hati dalam kertas kosong ini sebagai moment untuk aku melihat setapak jalan kehidupanku. Hidup berasrama merupakan suatu keharusan bagi diriku yang bersekolah jauh dari kedua orang tua. Aku bersekolah di SMA Negeri Harakae dan aku memilih tinggal di asrama Putri D’Numb. Dalam kisah ini aku lebih fokuskan diri pada kehidupan berasramaku. Asrama yang kutempati ini adalah sebuah asrama baru dengan aturan yang sangat baik untuk membentuk mental pribadi menjadi manusia yang matang dan dewasa dalam berbagai aspek kehidupan. Namun sebagai anak asrama kadang aku membangkang dengan aturan yang ada. Melihat polemik ini pembina asrama mengarahkan kami untuk keluar dari tindakan pembangkangan ini.

Perlu disadari bahwa kami sebagai anak asrama sering kali melakukan kesalahan dengan cara lalai terhadap aturan harian dan tidak bertanggung jawab dengan tugaa kami sebagai anak asrama. Adapun tindakan praktis kesalahan yang kami lakukan yakni terlambat bangun pagi, tidak mengikuti rutinitas doa pagi dan malam, tidak serius dalam belajar dan tidak membersihkan lingkungan. Adapun faktor utama yang membuat kami seperti ini yakni karang keseringan asyik menggunakan HP untuk terjun ke dunia faccebook.

Dunia maya kami nikmati namun dunia nyata kami tidak sadari yakni kehidupan kami sebagai anak-anak asrama. Facebook yang merupakan bagian dari dunia maya mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Begitulah polemik baik buruknya facebook. Pikiranku menjelajah astmosfir curahan hatiku. Di sana aku menemukan bahwa ketika aku jauh, serasa aku dekat denganmu. Namun ada kalanya ketika aku dekat  namun aku seolah-olah terlempar jauh darimu. Bukanlah sebuah fatamorgana apabila facebook dideretkan dalam jajaran media pemenuhan kebutuhan hidup yang cukup central bagi manusia zaman ini. Facebook ada dan dimiliki setiap manusia tanpa kenal umur. Tak ketinggalan aku juga sebagai seorang pelajar sering menikati dunia facebook. Keadaan ini memungkinkan kami lupa akan waktu yang ada di dalam aturan rutinitas harian kami. Handphone membuat kami lupa untuk melihat waktu dan juga membuat kami malas dengan rutinitas kami.

Kemalasan adalah faktor yang sangat kuat dan seringkali membuat kami’molor” akan waktu. Aku menyadari bahwa kemalasan membuat orang jatuh ke ambang kehancuran. Maka aku tersadarkan untuk melawan rasa kemalalasan itu setelah mendengar petuah bijak yang disampaikan oleh pemilik asrama yakni bangkit untuk berbuat baik demi kehidupanku bukan untuk dikagumi orang lain melainkan demi masa depanku. Disiplin diri itu penting karena disiplin diri memampukan aku untuk maksimal dalam menggunakan waktu yang ada dengan kebahagiaan hidupku. Bagiku disiplin diri adalah kunci keberhasilan dan menjadi patokan bagi masa depan yang kuidamkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar